Saturday, January 17, 2015 | 11:32 PM | 0 waiting
Haduh! Mama di mana, sih? Ini, kan, udah jam setengah sebelas, masa belum pulang, sih? aku bertanya-tanya kapan mama akan pulang. Mama adalah seorang manager disebuah cafe terkenal di Jakarta. Biasanya, mama pulang jam sepuluh. Tapi, kok, belum pulang?
Di tempat mama bekerja...
Mama sudah selesai bekerja. Mama menghampiri Tante Naya dan Tante Fadisa. Mereka adalah sahabat karib mama.
"Hey, sudah mau pulang, ya?" tanya mama kepada Tante Naya dan Tante Fadisa.
"Enggak, kok! Kita mau ke cafe miras sebentar. Aku mau beli bir buat saudaraku. Dan aku juga mau coba, rasanya kayak apa, sih," jelas Tante Fadisa.
"Waah.. itu, kan, minuman haram! aku enggak mau ikut-ikutan, deh!" kata mama sambil meninggalkan Tante Naya dan Tante Fadisa.
"Oke, kamu ikut aja. Enggak usah ikut beli bir-nya. Yuk, Fad, Sher, kita berangkat ke sana," kata Tante Naya sambil berjalan menuju mobil.
Mereka sampai di cafe miras. Mama melihat suasana di sana. Sangat ramai. Mama melihat Tante Naya dan Tante Fadisa sedang membeli miras rasa anggur. Melihatnya, mama tertarik untuk membeli miras juga. Mama pun meminumnya (jangan ditiru, ya!)
"Sherina, apa aku bilang? Enak, kan!" kata Tante Naya yang hampir mabuk. Mama mengangguk sambil tersenyum lebar. Mama sudah mabuk!
Setelah acara itu selesai, mama pulang sendirian. Aku menunggunya sambil menonton TV.
DING!DONG! Bel berbunyi. Aku membuka pintu. Ternyata, itu mama! Aku memeluknya, dan berkata, "Wah, Mama ngapain aja? Nadya kangen banget, sama Mama!" ucapku sambil memeluk mama. Bukannya mama tersenyum atau apa, mama malah mengusirku.
"Ii.. Mama pulang bukannya dibikinin teh atau apa, ini malah, iyeewww!" seru mama jijik. Mama mengeluarkan mirasnya.
"Ii... Mama minum miras, ya? Mama, kok, gitu? Itu, kan, minuman yang diharamkan Allah Mama!" seruku kaget dan heran. Mama malah meminumnya.
Aku kaget sekali ketika mama meminum miras itu. Ya Allah, apa yang terjadi dengan Mama? Kok, Mama sudah berubah 100 derajat?
***
Pagi ini, pukul 5, aku bangun, dan segera berwudhu. Aku sholat Subuh. Seusai sholat, aku berdoa kepada Allah, lalu melipat mukena.
"Mama..." panggilku.
"Ada apa?" tanya mama keras.
"Mama sudah sholat?" tanyaku lembut dari pintu.
"Udah lah!"
"Mama hari ini mau ke mana?"
"Mama mau ke cafe miras. Ada janji sama Tante Naya, Tante Fadisa, sama Om Arthur," kata mama sambil make up-an.
"Hah? Mama mau mabuk-mabukan lagi?" tanyaku heran.
"Emangnya kenapa? tuuuuuut [sensor]" kata mama sambil menamparku. Aku menangis.
"Dah, nangis aja sepuas kamu!"
#bersambung
Labels: cerbung, cerbung keluarga, cerbung penyesalan

