Cerita Menarik
D'Owner;
my short bio


Moshimoshi. I'm Mikaila. 10 years old. Live in Jakarta, Indonesia.
**

bold, underlined, italic
blockquote

click the number;
secret box

1 2 3 4
1. Archive
2. Banner
3. Contact me
4. Ask.fm

Walkie Talkie;
chat box



Friends;
my followers


*PUT YOUR FOLLOWERS WIDGET*

Credit;
thanks to;

Template by : Yuuki
Basecodes : Yuuki
Image by : Tumblr & Google
Edited by : YOUR NAME
CERPEN: Ayah, untuk apa Aku Dilahirkan?
Saturday, January 17, 2015 | 11:41 PM | 0 waiting



Mentaripun tak mampu menghapus kepedihanku walaupun aku terus mencoba untuk bangkit dan melupakan semua masalah yang aku alami. Seberapapun kerasnya aku mencoba tetap perih yang aku rasakan.
Maaf.. Maaf.. Tak ada yang bisa aku lakukan untuk keluarga ini, aku tak lebih dari sebuah sampah yang seperti dia katakan padaku.
“Plaakkk” masih terbayang tamparannya tepat di pipiku, terasa sangat sakit dan pedih sampai saat ini tak ada yang mampu mengobatinya. Tangisan pun tak kan mampu mengobati semua luka-luka ini.
Tiap ku ingat semua ini aku selalu berpikir mungkin ini semua salahku, hingga kau memperlakukanku seperti ini. Namun sering kali aku bingung, apa kesalahanku? Seandainya kau bisa menjelaskannya padaku mungkin aku akan mengerti dan dapat menyikapinya. Namun bukan dengan cara seperti ini ayah.. Aku tak mengapa jika sebatas kau tak membiayai sekolahku, tak memberikan apapun kepadaku, namun dengan tidak menganggap ku sebagai seorang anak bahkan tidak menganggapku ada, aku mohon jangan ayah…
“Kamu tak lebih dari sampah, aku tak pernah peduli padamu, dan aku tak akan pernah untuk menelapakkan tangan untuk meminta padamu!! Asal kamu tau!! Kamu penyebab hancurnya keluarga ini” kata ayah kepadaku.
Aku masih tidak bisa menyangka semua kata-kata itu telah diucapkannya kepadaku, aku tak bisa percaya semua ini, aku tak pernah merasa semua ini kesalahanku..
Ayah, apa benar ini semua kesalahanku tak pernah aku mendapatkan penjelasan apapun darimu? Salahkah aku memberitahumu bahwa apa yang telah kau lakukan salah? Salahkah jika aku memergokimu bermesraan dengan wanita lain? Aku tak pernah menuntut apa-apa ayah.. hanya satu yang pernah aku pinta tolong perlakukan ibu dan adik-adikku dengan baik, tak apa jika kau tak mempedulikan aku. Kau menganggap aku sebagai penyebab kehancuran keluarga ini hanya karena aku bertanya apa yang kau lakukan pada hari itu? Dengan siapa kau pada waktu itu? Kenapa kau lebih menyanjung wanita itu dan lebih membelanya?
Tak pernah aku mendapatkan penjelasan apapun darimu, hanya pukulan, jambakan, dan kata-kata kasar jawaban yang aku terima darimu ayah, bahkan kau mengusirku dan tidak menganggapku sebagai seorang anak. Apakah aku dilahirkan hanya untuk kau lupakan ayah?

Labels: ,