Cerita Menarik
D'Owner;
my short bio


Moshimoshi. I'm Mikaila. 10 years old. Live in Jakarta, Indonesia.
**

bold, underlined, italic
blockquote

click the number;
secret box

1 2 3 4
1. Archive
2. Banner
3. Contact me
4. Ask.fm

Walkie Talkie;
chat box



Friends;
my followers


*PUT YOUR FOLLOWERS WIDGET*

Credit;
thanks to;

Template by : Yuuki
Basecodes : Yuuki
Image by : Tumblr & Google
Edited by : YOUR NAME
CERPEN: Cintaku Kepada Keluargaku
Friday, January 16, 2015 | 9:56 PM | 0 waiting




Tak terasa liburan sudah tiba. Aku menanti saat-saat ini. Perkenalkan namaku Kitriana, biasa dipanggil Ana. Aku mempunyai 2 saudara laki-laki yang bernama Dino, dan Raja. Umurku masih 12 tahun, sedangkan kakak dan adikku umurnya 14 dan 7 tahun.
Seperti biasa, baru bangun aku merapikan tempat tidurku, dan menyapu kamarku. Aku sudah terbiasa melakukan hal ini setiap paginya. Awalnya aku sangat malas, dan Ibuku membentakku karena sering malas-malasan. Aku pun menuruti nasihat Ibu, dan tidak mau membuatnya marah lagi. Kakakku juga seperti itu, kadang dia sangat menyebalkan. Dan selesai merapikan tempat tidur, aku pun pergi mandi.
Selesai mandi, aku keluar kamar, dan aku melihat ruang tamu sangat berantakan sekali. “Kak! bantuin aku bersih-bersih dong!” pintaku kepada kakak, “bersihin aja sendiri! kakak mau main laptop dulu ahh..” jawab kakakku malas, “dasar pemalas!” jawabku ketus. Aku pun merapikan ruang tamu sendiri, tiba-tiba adikku datang, “kakak, aku bantu ya!” “nggak usah Ja, biarkan kakak saja yang membersihkan ruang tamu ini sendiri” jawabku polos, “baiklah.” jawab Raja.
Usai bersih-bersih, ruang tamu kembali bersih dan rapi kembali, “ffiiuuhh… kini ruang tamu kembali bersih, waktunya membantu Ibu!” gumamku dengan gembira. “Bu kita sekarang mau masak apa?” tanyaku pada Ibu, “hhmmm… masak sayur hijau saja ya Ana!” jawab Ibu, aku pun menggambil sayur hijau di kulkas dan mulai memotongnya. “Bu, sudah selesai nih, aku apakan sekarang?” “sudah tinggalkan saja, kamu sudah bersih-bersih di dalem?” tanya Ibu dengan senyuman, “sudah kurapikan semua Bu!” jawabku riang, Ibu pun tersenyum melihatku.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, aku merebahkan tubuhku di ranjang tidurku. “Ana, ayo kita pergi jalan-jalan!” terdengar suara dari balik pintu kamarku, dan ternyata ia adalah Ayahku, “baiklah Yah, aku akan bersiap-siap dulu.” jawabku dari dalam kamar. Aku bergegas mengganti baju, dan aku masuk ke dalam mobil. “Yah, kita akan pergi ke mana?” tanyaku dengan heran, “ke mall saja ya.” jawab Ayah, aku berteriak riang di dalam mobil. Tak terasa mobil pun sudah berjalan.
“Ana, Dino, ayo bangun sudah sampai nih.” Ibu membangunkan aku dan kakakku saat tertidur lelap. “hhhuaammm.. baik Bu.” jawabku singkat. “ehhh kak, kakak mau ngapain di sini?” “entahlah, mungkin ke tempat permainan.” jawab kakakku, “taunya cuman permainan saja! hahahhaa…” tawaku bercanda kepada kakak. Aku, dan Ibu pergi ke toko buku, sedangkan Ayah, Dino, dan Raja pergi ke toko permainan. “Bu banyak sekali ya bukunya!” seruku, “ya tentu lah Ana, namanya juga toko buku.” sahut Ibuku dengan tertawa kecil. Aku berkeliling di sana, sedangakan Ibuku mencari buku tulis untuk Raja. “hmmm.. coba saja aku bisa membeli buku ini.” gumamku sambil mengambil buku, tiba-tiba Ibu datang menghampiriku, “Ana, kamu mau membeli buku itu?” tanya Ibu, “uummm.. kalau Ibu memperbolehkan, ya aku mau membeli buku ini Bu.” jawabku sambil tersenyum, “ya sudah, Ibu belikan buku itu.” sahut Ibuku sambil menatapku. Aku senang sekali karena sudah mendapat buku yang kuinginkan.
Usai berbelanja, aku, Ibu, Ayah, Dino, dan Raja makan di sebuah rumah makan. Aku memesan nasi goreng dan es teh. Tak lama, pesananku pun datang. Sambil makan, aku menatap adikku yang rupanya memegang sesuatu di tangannya, tak lain itu adalah sebuah mainan. Sedangkan kakakku, ia nampaknya tak membeli apa-apa.
Selesai makan, aku sekeluarga memutuskan untuk pulang. Ayahku mulai menyalakan mobil, dan mobil pun berjalan. Sambil memandang pemandangan di luar jendela mobil, aku berkata, “Ibu, Ayah, aku ingin memiliki koleksi buku yang banyak, entah kenapa aku sekarang suka membaca.” ucapku, Ibu menatapku dengan senyuman, “hahahaha mimpi kamu ya Ana?” tawa kakakku, “iisshh… itu keinginanku tau!” jawabku sewot. Tak terasa, kami pun tiba di rumah, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, aku membuka pintu kamar, dan pergi mandi.
Selesai mandi, aku membaca buku yang tadiku beli. Dan isinya adalah kisah seorang gadis yang hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Aku pun tertarik membaca buku itu sampai habis. “aduhh ngantuk nih… aku mau tidur dulu ahh.” gumam Ana, ia pun menaruh bukunya dan mulai tertidur lelap.
Pagi hari, aku seperti biasa membersihkan rumah. Tapi anehnya kakak dan adikku tiba-tiba membantuku bersih-bersih. “sudah biar aku bantu ya!” ucap kakak dan adik bersamaan, aku pun tersenyum bahagia karena mereka mau membantuku. Begitu juga dengan Ayah dan Ibuku, mereka sangat bangga memiliki anak seperti kami yang membantunya setiap hari selama liburan.


Labels: